IMPLIKATUR DAN PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA DALAM DEBAT PILKADA JABAR 2024: KAJIAN PRAGMATIK DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBELAJARAN DEBAT DI SMA
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1281Keywords:
implikatur, kesantunan berbahasa, debat politik, pragmatik, Pembelajaran DebatAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap strategi komunikasi dalam debat politik, khususnya dalam konteks Pilkada Jawa Barat 2024 yang sarat dengan pesan tersirat dan strategi kesantunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk implikatur serta prinsip kesantunan berbahasa yang digunakan para kandidat, serta menilai potensi pemanfaatannya dalam pembelajaran debat di tingkat SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data diperoleh dari transkrip debat kandidat yang dianalisis dengan metode padan referensial dan pragmatis berdasarkan teori implikatur Grice dan prinsip kesantunan Leech. Hasil penelitian menunjukkan dominasi implikatur percakapan berupa kritik implisit, sindiran, dan persuasi tidak langsung. Strategi kesantunan, terutama maksim kesepakatan dan penghargaan, juga banyak ditemukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implikatur dan kesantunan berbahasa merupakan strategi penting dalam komunikasi politik dan dapat dijadikan bahan ajar pembelajaran debat untuk membentuk kemampuan komunikasi yang santun dan strategis.



















