PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA VI TAHUN DENGAN CAMPURAN SUKU JAWA DENGAN SUKU BATAK TOBA DI DESA LAU PAKAM KABUPATEN KARO
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1319Keywords:
pemerolehan bahasa anak, bahasa pertama, bahasa kedua, bilingual, Batak TobaAbstract
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan proses pemerolehan bahasa pertama dan kedua pada anak usia 6 tahun yang berasal dari keluarga campuran suku Jawa dan Batak Toba di Desa Lau Pakam, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan bernama Riska Sitinjak, yang memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan denga malalui wawancara, observasi, partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak memperoleh bahasa pertama secara alami dari lingkungan keluarga dan sosial sejak dini, sedangkan bahasa kedua diperoleh melalui pendidikan formal dan interaksi sosial yang lebih luas. Pemerolehan bahasa pada anak berkembang dari tahap pralinguistik hingga dahap mahir, baik dalam bahasa ibu maupun bahasa keduanya. Faktor lingkungan, dukungan orang tua, serta asupan gizi turut berperan dalam kelancaran dalam pemerolehan bahasa. Sehingga anak dapat menguasai dua bahasa dengan baik tanpa mengalami hambatan perkembangan bahasa yang signifikan.



















