REPRESENTASI KEKUASAAN DALAM WACANA POLITIK: ANALISIS WACANA KRITIS WAWANCARA PRESIDEN PRABOWO DI KOMPAS.COM
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i1.1370Keywords:
Analisis Wacana Kritis, Kekuasaan Politik, Prabowo Subianto, Teun A. van DijkAbstract
Penelitian ini membahas representasi kekuasaan dalam wacana politik melalui wawancara Presiden Prabowo Subianto bersama tujuh pemimpin redaksi media nasional yang ditayangkan kompas.com pada 6 April 2025. Tujuan penelitian adalah mengungkap bagaimana bahasa digunakan untuk membangun citra, legitimasi, dan strategi kekuasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk, yang menekankan pada tiga dimensi utama, yaitu struktur teks (makro, superstruktur, mikro), kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema besar wacana menekankan pembangunan fundamental di bidang pangan, energi, pendidikan, dan kesehatan. Struktur wacana tersusun koheren, dengan dominasi kalimat aktif dan penggunaan kata ganti seperti saya dan kita untuk menegaskan peran langsung dan kebersamaan. Pada level mikro, strategi legitimasi, metafora, repetisi, dan eufemisme banyak digunakan untuk membangun citra pemimpin yang visioner, inklusif, dan berbasis data. Analisis juga memperlihatkan bahwa kognisi sosial Prabowo yang dipengaruhi pengalaman dan nilai ideologis, serta konteks sosial media massa, berfungsi memperkuat narasi kepemimpinan dan legitimasi politik. Simpulannya, bahasa berperan sebagai instrumen utama representasi kekuasaan dalam membentuk citra politik di ruang public bagi Presiden Prabowo.



















