ANALISIS TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DALAM PODCAST DEDDY CORBUZIER DENGAN NADIEM MAKARIM-KULIAH TIDAK PENTING ?

  • Adriesty Salma Lailika Universitas Negeri Semarang
  • Asep Purwo Yudi Utomo Universitas Negeri Semarang
Keywords: Bahasa, pragmatik, tindak tutur, siaran serial, tindak tutur representatif

Abstract

Abstrak

Bahasa digunakan sebagai alatyang berfungsi untuk menyampaikan pesan dari penutur kepada mitra tutur (bahasa lisan) atau dari penulis kepada pembaca (bahasa tulis), bahasa merupakan alat komunikasi. Kegiatan yang melakukan tindakan tuturan ini disebut dengan tindak tutur. Atas beberapa kriteria, ada 15 jenis tindak tutur, salah satunya tindak tutur representatif. Tuturan tersebut menarikdan penulis kaji secara pragmatik merupakan tuturan yang terdapat dalam podcastDeddy Corbuzier dengan Nadiem Makarim-Kuliah Tidak Penting?. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)Mendeskripsikan bentuk tindak tutur representatif  yang terdapat dalam podcast Deddy Corbuzier dengan Nadiem Makarim-Kuliah Tidak Penting?, (2)Mendeskripsikan maksud tuturan tindak tutur representatif  dalam tindak tutur representatif yang terdapat padapodcast Deddy Corbuzier dengan Nadiem Makarim-Kuliah Tidak Penting?Objek penelitian ini berupa dialog Tindak Tutur Representatif podcast Deddy Corbuzier dengan Nadiem Makarim-Kuliah Tidak Penting. Sumber Data dalam penelitian ini berupa sumber data lisan dari channel youtube Dedy Corbuzier, dialog Dedy Corbuzier dalam podcast dengan Nadiem Makarim-Kuliah Tidak Penting. Pendekatan penelitian ini berupa pendekatan pragmatik dan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas dan teknik catat. Metode analisis data berupa metode padan, sedangkan metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal. Strategi tuturan yang digunakan cenderung condong ke dalam strategi tindak tutur langsung. Dari penelitian ini, diharapkan dapat menemukan makna dalam sebuah podcast yang akan berguna dengan referensi dalam kehidupan. Dari durasi video 10 menit 56 detik hasil penelitian in memuat 16 data yang termasuk tindak tutur representatif.

 

Abstract

Language is used as a tool to convey messages from speakers to speech partners (spoken language) or from writers to readers (written language), language is a communication tool. Activities that perform speech acts are called speech acts. Of a number of criteria, there are several types of speech acts, one of which is representative speech act. The speech is interesting and the writer studies pragmatically the speech contained in the Deddy Corbuzier podcast with Nadiem Makarim-Lectures Not Important ?.The purpose of this study is: (1) Describe the forms of representative speech acts from Deddy Corbuzier podcast with Nadiem Makarim. Lectures Are Not Important? -College Not Important? The object from this research is the dialogue of Representative Speech Acts Deddy Corbuzier with Nadiem Makarim-Lectures Not Important. Data Sources in this study are oral data sources from Dedy Corbuzier's youtube channel, Dedy Corbuzier's dialogue in a podcast with Nadiem Makarim-Lectures Not Important. The approach used in this research is pragmatic approach and qualitative descriptive approach.. The data collection techniques using free listening techniques and use note taking techniques. The data analysis method uses the matching method, while for the method of presenting the results of data analysis in the form of an informal method. The speech strategy used tends to be biased towards the direct speech act strategy. From this research, the writer hopes to find meaning or purpose in a podcast that will later be useful and used for reference in life by the reader.. From the video duration of 10 minutes 56 seconds the results of this study contain 16 data including representative speech acts.

Published
2020-09-01
How to Cite
Adriesty Salma Lailika, & Purwo Yudi Utomo, A. (2020). ANALISIS TINDAK TUTUR REPRESENTATIF DALAM PODCAST DEDDY CORBUZIER DENGAN NADIEM MAKARIM-KULIAH TIDAK PENTING ?. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia , 5(2), 97-109. https://doi.org/10.31943/bi.v5i2.70