PENINDASAN EMOSIONAL TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL BU, BUNGSUMU LELAH:KAJIAN FEMINISME PSIKOANALITIK
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1420Keywords:
Feminis, Ketidakadilan, NovelAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana ketidakadilan emosional (emotional injustice) direpresentasikan terhadap tokoh anak perempuan dalam novel Bu, Bungsumu Lelah karya Davina Virgianty, dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis yang berorientasi psiko-sastra. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya sastra anak dan remaja sebagai sarana pembentukan karakter serta sebagai medium refleksi isu kesetaraan gender, khususnya pada ranah emosional yang kerap terabaikan dalam sistem patriarki. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif analitis, dengan teknik analisis isi (content analysis) pada kutipan-kutipan novel, serta memanfaatkan triangulasi teori untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama, Vioretta Claudine, mengalami ketidakadilan emosional yang dominan berupa pengabaian afektif dari anggota keluarga laki-laki serta tekanan sosial-budaya agar selalu patuh, yang berdampak pada konflik batin dan krisis identitas. Bentuk ketidakadilan ini tidak semata-mata penderitaan personal, melainkan juga kritik terhadap struktur patriarki yang menormalisasi penindasan emosional terselubung. Meski demikian, Vioretta menunjukkan perlawanan emosional melalui upaya rekonstruksi diri dan penguatan diri (self-love). Kesimpulan penting dari penelitian ini adalah bahwa penindasan gender dalam keluarga patriarkal tidak hanya terlihat secara fisik atau sosial, tetapi juga meresap ke dimensi psikologis melalui ketidakadilan emosional yang halus, dan perlawanan perempuan dapat diwujudkan melalui keteguhan batin serta penerimaan diri. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas kajian feminisme dalam sastra dengan menyoroti dimensi emosional sebagai bentuk penindasan yang sering luput dari perhatian.
Kata Kunci: 1; Feminis 2; Ketidakadilan 3; Novel
Abstrack
This study aims to describe how emotional injustice is represented towards the female character in the novel Bu, Bungsumu Lelah by Davina Virgianty, using a feminist literary criticism approach with a psycho-literary orientation. The background of this study is based on the importance of children's and adolescent literature as a means of character formation and as a medium for reflection on gender equality issues, especially in the emotional realm which is often neglected in the patriarchal system. This study applies a qualitative, descriptive analytical method, with content analysis techniques on novel excerpts, and utilizes theoretical triangulation to maintain data validity. The results show that the main character, Vioretta Claudine, experiences emotional injustice predominantly in the form of affective neglect from male family members and socio-cultural pressure to always be obedient, which results in inner conflict and an identity crisis. This form of injustice is not merely personal suffering, but also a critique of the patriarchal structure that normalizes hidden emotional oppression. Nevertheless, Vioretta shows emotional resistance through efforts of self-reconstruction and self-strengthening (self-love). An important conclusion of this study is that gender oppression in patriarchal families is not only visible physically or socially, but also permeates the psychological dimension through subtle emotional injustices, and women's resistance can be manifested through inner strength and self-acceptance. This study contributes to expanding the study of feminism in literature by highlighting the emotional dimension as a form of oppression that is often overlooked.



















