PENINDASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM NOVEL “RE DAN PEREMPUAN” KARYA MAMAN SUHERMAN DAN NOVEL “PEREMPUAN DI TITIK NOL” KARYA NAWAL EL-SADAWI: KAJIAN FEMINISME SASTRA
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1423Keywords:
feminisme, novel Re dan Perempuan, Perempuan di Titik NolAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan dalam novel Re dan Perempuan karya Maman Suherman dan novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El-Sadawi melalui pendekatan feminisme sastra. Kedua novel dipilih karena merepresentasikan pengalaman perempuan dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda, namun menunjukkan pola penindasan yang serupa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan wacana dalam kedua novel yang menggambarkan praktik penindasan terhadap tokoh perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya sama-sama merepresentasikan penindasan terhadap perempuan sebagai dampak dari sistem patriarki yang mengakar kuat dalam masyarakat. Meskipun lahir dari latar sosial dan budaya yang berbeda, Indonesia dan Mesir kedua novel menunjukkan pola penindasan yang serupa, terutama dalam bentuk penindasan seksual dan penindasan fisik terhadap tokoh utama perempuan. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra berperan sebagai medium kritik sosial terhadap ketidakadilan gender serta sebagai sarana artikulasi pengalaman dan perjuangan perempuan. Dengan demikian, kajian feminisme sastra dalam penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai representasi penindasan dan perlawanan perempuan dalam karya sastra.



















