REKONSTRUKSI ONTOLOGI STILISTIKA UNTUK MENELUSURI AKAR HISTORI DAN BATASAN EPISTEMOLOGISNYA
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1625Keywords:
stilistika, rekonstruksi ontologis, Batas Epistemologis, Gaya Bahasa, Linguistik FungsionalAbstract
Perkembangan kajian stilistika menunjukkan perluasan penerapannya dari analisis karya sastra menuju berbagai bentuk wacana, seperti media digital, pidato, iklan, dan teks keagamaan. Namun, dalam banyak definisi kontemporer, stilistika masih direduksi sebagai perangkat analisis gaya bahasa dalam karya sastra sehingga menimbulkan ketidakjelasan mengenai hakikat, objek kajian, dan batas keilmuannya. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi ontologi stilistika dengan menelaah akar historis konsep gaya serta batas epistemologisnya dalam perspektif linguistik, sastra, dan balaghah Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka melalui teknik anotasi bibliografi terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stilistika telah bertransformasi dari instrumen persuasi dalam retorika klasik menjadi disiplin yang mengkaji relasi antara bentuk linguistik, fungsi makna, dan konteks sosial. Temuan ini menegaskan bahwa objek stilistika tidak terbatas pada teks sastra, tetapi mencakup seluruh bentuk wacana. Secara epistemologis, stilistika merupakan disiplin intermediatif yang otonom dalam menjelaskan hubungan antara fakta linguistik, fungsi komunikasi, dan efek estetik.



















