NARASI KESEJAHTERAAN GURU DI MEDIA DARING INDONESIA: TELAAH WACANA KRITIS TEUN VAN DIJK
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1649Keywords:
Analisis wacana kritis, Metode campuran, pembingkaian media, kesejateraan guru, kognisi sosialAbstract
Kesejahteraan guru merupakan isu penting dalam pendidikan Indonesia yang sering disorot oleh media daring. Studi ini bertujuan untuk menganalisis struktur wacana, kognisi sosial, dan konteks sosial dalam pemberitaan media daring mengenai kesejahteraan guru honorer menggunakan model Analisis Wacana Kritis (CDA) Teun A. Van Dijk, dilengkapi dengan data kuantitatif dari survei terhadap 30 responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (Creswell & Plano Clark, 2018) yang menggabungkan CDA kualitatif dengan analisis survei kuantitatif menggunakan instrumen skala Likert. Data kualitatif terdiri dari teks berita dari Kompas.com, Detik.com, dan CNN Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner dari 30 responden (83,3% Perempuan, 80% mahasiswa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media daring cenderung mengkonstruksi kesejahteraan guru melalui kerangka ketidakmampuan ekonomi (rata-rata 3,64), konsisten dengan teori framing (Entman, 1993). Para responden survei sangat setuju bahwa pemerintah perlu lebih memperhatikan kesejahteraan guru (rata-rata 4,87) dan bahwa kesejahteraan guru di Indonesia masih rendah (rata-rata 4,53). Studi ini menyimpulkan bahwa wacana media tidak netral tetapi secara aktif membentuk persepsi publik (Van Dijk, 2001), dan bahwa pelaporan yang lebih seimbang diperlukan.



















