PENGARUH DISTRAKSI DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS STRATEGI BELAJAR MAHASISWA
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1637Keywords:
distraksi digital, gen z, strategi belajar, Self-Regulated Learning, Budaya Serba InstanAbstract
Distraksi digital akibat penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi tantangan nyata
yang memengaruhi efektivitas belajar mahasiswa Generasi Z di era digital. Penelitian ini bertujuan
mengkaji efektivitas strategi belajar mahasiswa di tengah distraksi digital dan budaya serba instan.
Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei terhadap 101 mahasiswa
aktif Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggunakan teknik purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas melalui Item-Rest Correlation
dan reliabilitas dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,757. Analisis data menggunakan distribusi
frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh nilai
mean berada pada rentang 3,09 hingga 3,86. Strategi paling dominan yang diterapkan mahasiswa adalah
menjauhkan ponsel atau mematikan koneksi internet saat membutuhkan fokus mendalam (mean =
3,86), disertai penerapan teknik Pomodoro dan evaluasi efektivitas belajar (mean = 3,49). Gangguan
notifikasi media sosial masih menjadi sumber distraksi utama (mean = 3,71), sementara indikator
pemahaman konsep (mean = 3,29) dan retensi materi (mean = 3,14) menunjukkan nilai yang relatif
lebih rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa Generasi Z memiliki kemampuan adaptasi
yang cukup baik melalui penerapan strategi self-regulated learning, namun kualitas pembelajaran
mendalam masih perlu ditingkatkan melalui penguatan literasi digital dan program manajemen
perhatian di perguruan tinggi.



















