PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP MAKNA EMOJI MENANGIS DALAM PERCAKAPAN DIGITAL: PSIKOLINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.31943/bi.v11i2.1642Keywords:
emoji menangis, makna emoji, komunikasi digital, persepsi mahasiswa, psikolingistikAbstract
Penggunaan emoji dalam komunikasi digital mengalami perkembangan makna yang semakin beragam, termasuk emoji menangis (loudly crying face) yang tidak lagi dimaknai hanya sebagai simbol kesedihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap makna emoji dalam percakapan digital melalui pendekatan psikolinguistik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei daring melalui Google Form. Responden penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang aktif menggunakan media sosial dan aplikasi percakapan digital. Instrumen penelitian terdiri atas 27 pernyataan dan satu pertanyaan terbuka yang mencakup dimensi penggunaan emoji, persepsi makna emoji, konteks penggunaan, dan pemrosesan psikolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Dimensi konteks penggunaan memperoleh nilai rata-rata tertinggi (M=4,34), diikuti penggunaan emoji (M=4,07), persepsi makna emoji (M=3,61), dan pemrosesan psikolinguistik (M=3,51). Temuan menunjukkan bahwa pemaknaan emoji dipengaruhi oleh konteks percakapan, pengalaman penggunaan, kebiasaan komunikasi digital, serta proses kognitif yang melibatkan persepsi, memori, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menegaskan bahwa makna emoji bersifat dinamis dan dibangun melalui proses interpretasi pengguna dalam komunikasi digital.



















